Indonesian   English
Kabar Latuharhary

Ingin Tuntaskan Kasus Kerusuhan 21-22 Mei, Komnas HAM Datangi Lagi Keluarga Korban

Jakarta - Komnas HAM terus membuktikan komitmennya untuk mengungkap fakta-fakta baru terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) aksi 21-22 Mei 2019.


Demi hasil komprehensif, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik pun kembali melakukan kunjungan ke kediaman keluarga korban meninggal, Sabtu (1/6/2019). Kunjungan pertama dilakukan ke keluarga Adam Nooryan (19 tahun) di daerah Tambora, Jakarta Barat. Kedatangan Taufan dan staf Komnas HAM diterima langsung oleh ayah Adam, Warsito dan kakek Adam.

Warsito menuturkan kronologi sebelum anaknya meninggal. Adam dan teman-temannya mendengar adanya kericuhan di kawasan Tanah Abang. Mereka datang kesana untuk melihat situasi yang terjadi.

"Mendekati adzan Subuh, saya mendapat kabar bahwa Adam berada di RS Tarakan," ucap Warsito. 


Keterangan lain didapatkan dari teman almarhum Adam, Rifki. dia menjelaskan alasan mereka datang ke Tanah Abang. karena Informasi (kerusuhan) dari Facebook.Rifki sendiri menjadi salah satu korban luka dalam aksi massa di Tanah Abang. Ia terkena tembakan peluru karet di bagian lengan kiri.


Dari keterangan teman-teman Adam  diketahui bahwa Adam tertembak di dekat Masjid Al Makmur. Ia meninggal karena terkena peluru tajam di bagian belakang punggung korban. Namun, keluarga Adam tidak bersedia melakukan autopsi.

"Saya ikhlas atas kepergian Adam," ucap Warsito. Meski mengikhlaskan kematian anaknya, ia tetap berharap agar proses hukum dapat berjalan tanpa mengganggu privasi keluarga.


Taufan juga mengunjungi kediaman korban meninggal lainnya, Widianto Rizki Ramadhan (17 tahun) di daerah Slipi, Jakarta Barat. Kedatangan Komnas HAM disambut oleh nenek dan tante dari Rama, sapaan akrab dari korban.

Nenek Rama, Memeh langsung menceritakan kronologi insiden penembakan. "Jam 07.00 pagi Rama pergi naik motor. Saya tidak tahu pergi dengan siapa. Sejam kemudian dikabari Rama meninggal kena tembak," ujarnya.

Tante Rama, Liani menambahkan keterangan tentang lokasi dan kondisi terakhir Rama di daerah KS Tubun, dekat Masjid An Nur. "Ia terkena luka tembak di bawah leher bagian depan, bahu kanan dan punggung," jelasnya sembari menunjukkan foto Rama sesaat sebelum dimandikan. Jenazah Rama sempat disemayamkan di RS Tarakan sebelum dibawa keluarga pulang.


Taufan merespons harapan keluarga dengan menerangkan bahwa proses hukum kasus ini membutuhkan waktu. "Karena harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam", dan Komnas HAM, mendorong agar kasus ini tuntas dan pelakunya terungkap  serta diproses sesuai hukum yang berlaku. tegasnya (AM/IW).

Short link
 
Penulis

Komnas HAM

Web Admin

Follow Me: