Kabar Latuharary

Mahasiswa dan Pemuda Tuntut Komnas HAM Bersikap Adil

Latuharhary - KomnasHAM menerima pengaduan Aliansi mahasiswa dan pemuda NKRI yang merupakangabungan perwakilan UniversitasJayabaya, Universitas Azzahra, Unindra, Universitas Nasional, Universitas 17 Agustus,dan Universitas Islam Jakarta mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasiatas dugaan pelanggaran HAM yang menimpa Anggota Kepolisian terkait peristiwa 21-22 Mei 2019, di GedungKomnas HAM Menteng Jakarta Pusat,  pada Senin (17/06/2019).

Pengaduan diawali aksi massa mahasiswadi depan kantor Komnas HAM. Massa aksi menyampaikan beberapa tuntutannya, di antaranya menuntut Komnas HAM melakukan investigasi atasdugaan pelanggaran hukum yangmenimpa aparat negara, menyorotipersoalan kerusuhan 21-22 Mei secara adil dan objektif, serta bekerja profesional dan independen.

“Terkait kerusuhan 21-22, ada korban yangHAM nya direnggut, yaitu dari pihak TNI dan Polri. Mereka yang sudah bekerjakeras dan menjadi garda terdepan. Tetapi kita lihat dari sisi lainnya, KomnasHAM bersikap hanya menginvestigasi korban-korban yang notabenenya adalahperusuh, tapi kenapa tidak menginvestigasi kepada aparat-aparat TNI dan Porli”papar Fahri Salim wakil dari Aliansi Mahasiswa).

Melanjutkan penjelasannya, Fahrimemberikan beberapa contoh korban TNI/Polri yang menjadi perhatiannya dan kawan-kawannya. “ada 225 korban dariPolri yang masih dirawat inap, dan juga ada dari Wakapolsek Jatinegara yangtulang rahangnya pecah karena dipukul oleh pihak perusuh. Ini berarti kerusuhanini sudah terencana, khususnya ada penyerangan di asrama polisi yang berujungdengan pembakaran.” tegasnya

Pada kesempatan kali ini, pengaduantersebut diterima oleh beberapa Staff Komnas HAM Luluk, Ceria, dan juga Yasdad.Menanggapi pengaduan ini, Luluk menegaskan bahwa Komnas HAM membentuk tim pemantauantidak hanya untuk satu belah pihak saja, melainkan melihat dari sisi massamaupun aparat keamanan secara keseluruhan. Menyangkutbeberapa tuntutan yang dipaparkan, agar lebih akurat, Luluk meminta mahasiswauntuk melengkapi data-data validyang dapat mendukung tuntutan tersebut.

“Apabila ada data-data yang bisa diberikanoleh teman-teman atau data valid yang melandasi penulisan press release iniagar diberikan. Dan menanggapi masalah tim, tim dibentuk oleh komnas HAM untukmelihat secara keseluruhan. Tidak hanya dari sisi aparat, atau hanya dari sisimassa, tapi secara komprehensif.” Pungkasnya

Lebih lanjut, Luluk pun menyampaikan bahwakerja-kerja Komnas HAM tidak selalu terbuka dan disampaikan terhadap publikatau media, tapi jugabersifat tertutup karena alasan tertentu. “kami berterimakasih atas kontrol teman-teman terhadap kerja komnasHAM, mohon untuk tetapdilakukan, karena itu hakmasyarakat, dan semua catatan beserta pressrelease yang disamapaikan telah kami terima” tegasnya. (Radhia/ibn)

Short link