Kabar Latuharary

Sekelompok Remaja Tanggung Sambangi Komnas HAM

Matahari bersinar cukupterik namun helai dedaunan dari pepohonan yang rimbun di sekitar halaman KomnasHAM cukup sukses menghadang teriknya matahari yang terasa membakar kulit. Kalaitu baru saja selesai waktu shalat Jumat. Tampak sekelompokremaja tanggungyang menamakan dirinya KorpsMahasiswa dan Pemuda NKRI (KoMPAN) mendatangiKomnas HAM. Mereka membawa sejumlah atribut, mulai dari spanduk, bendera danpengeras suara. Tampak sekali raut kebingungan di wajah mereka. Sembarimengangkat spanduk dan bendera aliansi, mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Komnas HAM pada jumat (21/06/19).

 

Seperti demonstrasiyang digelar beberapa hari terakhir, demostrasi kali ini pun mengusung advokasibagi aparat TNI-POLRI terkait peristiwa21-22 Mei 2019 lalu. Mereka menuntut agar Komnas HAM yang menjadi andalan parakorban khususnya yang teridentifikasi mengalami pelanggaran hak asasi manusia,juga memikirkan nasib para korban dari pihak TNI/Polri.

 

 

Demo yang dikoordinir oleh M. Tebe tersebut juga menitik beratkan pada demokrasi yang sehat tanpa adanya tindakan anarkis karena kerusuhan yang berlangsung pasa 21 s.d. 22 Mei 2019 lalu danmenyebabkan sejumlah korban berjatuhan, dinilai sebagai gagalnyapesta demokrasi yang sehat.

 

Terlebihlagi adanya korban dari pihak Aparat TNI-Polri yang tidak diperhatikan, menyiratkan adanyaketimpangan pada fungsi Komnas HAM dalam mengkaji dan meniliti permasalahan HAMpada peristiwa tersebut,” tegas Tebe.

 

Para demonstranmelalui orasinya menyampaikan bahwa silih bergantinya para demostran mendatangikantor Komnas HAM, mengisyaratkan adanya ketidakmampuan KomnasHAM dalam mengkaji dan meneliti permasalahan kerusuhan tersebut. Terlebih lagi karenamereka menilai adanya tebang pilih dalam penyelesaian persoalan kerusuhan yang hanya memfokuskan pada korbanpendemo. KoMPAN menyampaikan harapannya agar KomnasHAM bersikap profesional dan adil dalam menangani kasus 21 dan 22 Mei tersebut.

 

Tak lama berselang,pekarangan Komnas HAM yang sejuk kembali didatangi oleh pendemo. Kali ini daripihak yang menamkan diri Dewan Pusat Konsorsium Mahasiswa Jakarta (KMJ). Sedikitberbeda dengan pengaduan-pengaduan sebelumnya, demo kali ini hanya diikuti olehsegelintir orang (sebut : 4 orang) saja.

 

Mereka melayangkan5 (lima) tuntutan yaitu mendesak Presiden RI (Joko Widodo) segera memecat Tito Karnavian dengan cara tidak terhormat, meminta OmbusmanRI segera memanggil Kapolri, mendesak KomnasHAM agar membentuk tim pencari fakta, mendesak KPK RI segera menyelidiki dugaan penyelewengan anggaran keamanandi tubuh polri, serta meminta Kapolda dan Kokar Brimob segera dicopot dari jabatannya.

 

Kiranya peristiwa 21dan 22 Mei 2019 telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi Komnas HAM.Minimal, pasca peristiwa tersebut, pelataran kantor Komnas HAM tidak pernahsepi dari aksi demonstrasi dari berbagai pihak baik yang mewakili pihakTNI/Polri maupun yang menyampaikan aspirasi dari sisi masyarakat korban.  (Ferry/Radhia/ENS)

Short link