Kabar Latuharary

Komnas HAM dan Stakeholders Pererat Kerja Sama Selenggarakan Festival HAM 2019

LatuharharyKomnas HAM menyelenggarakan pertemuandengan sejumlah stakeholder guna membahas kontribusi para stakeholder pada penyelenggaraanFestival HAM 2019, di ruang pleno utama gedung Komnas HAM Menteng Jakarta, padaJumat (05/07/2019).

Festival HAM yang akan dilaksanakanpada November 2019 di Jember itu rencananya akan melibatkan sejumlahstakeholder terkait seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Kementerian Perencanaan PembangunanNasional Republik Indonesia/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (KementerianPPN/Bappenas), InternationalNGO Forum on Indonesian Development (Infid), Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM) dan beberapapihak lainnya.

Rapat ini dibuka langsung oleh Ketua KomnasHAM, Ahmad Taufan Damanik. Pada kesempatan tersebut, Taufan memberikan masukanagar penyelenggaraan Festival HAM tahun ini berlangsung lebih baik dibandingkantahun sebelumnya. “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untukmensosialisasikan hak asasi manusia khususnya di kalangan pemerintah daerah,”ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap ketika HAMtelah sangat dipahami oleh banyak kalangan, khususnya para pengambil kebijakandi daerah, dapat berimplikasi terhadap upaya pemajuan dan penegakan HAM di Indonesia. “Kamiberharap hal ini akan berdampak pada percepatan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM termasuk pelanggaran HAM Yang Berat. Ke depannya kami juga berharap agarkerja sama antar lembaga atau instansi pemerintah dan non pemerintah akan semakin baik khususnya dalam membumikan HAMdi Indonesia,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, AndanteWidi Arundhati, selakuKepala Biro Dukungan Pemajuan HAM yang juga PIC kegiatan Festival HAM 2019,menjelaskan mengenai konsep penyelenggaraan Festival HAM yang akandiselenggarakan di Jember-Jawa Timur tersebut.

Perlu disampaikan bahwa FestivalHAM tahun ini akan diselenggarakan pada bulan November 2019. Terpilihnya Kotayang terkenal dengan kesenian musik patrol tersebut karena Jember dinilai memiliki berbagaiprestasi dalam bidanghak asasi manusia seperti beberapa program yang berkaitan dengan SGD’s, dimana di dalamnyaterdapat upaya pemenuhanhak atas kesehatan, hak ataspendidikan dan jaminanpendidikan pada anak. (Radhia/ ENS)

Short link