Kabar Latuharary

Komnas HAM Terima Kunjungan Courtesy Call Dubes Uni Eropa 

Latuharhary - Komnas HAM menerima kunjungan dari Courtesy Call Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket didampingi oleh Political Advisor Laura Beke di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta (8/11/2019).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga menemui rombongan tamu tersebut.

“Ada empat isu prioritas Komnas HAM saat ini, yaitu pelanggaran HAM berat, konflik agraria, intoleransi dan kekerasan, serta institutional reform (reformasi internal),” kata Taufan mengawali pemaparannya terkait isu prioritas Komnas HAM. 

Kerja Komnas HAM, imbuh Taufan juga terfokus pada bisnis dan HAM, Sustainable Development Goals (SDGs), kasus Papua, dan penyelesaian kerusuhan Mei 2019. Komnas HAM juga mengambil peran dalam kancah internasional dengan menjadi Ketua South East Asia National Human Rights Forum (SEANF). Keanggotaan Komnas HAM juga tercatat dalam the Asia Pacific Forum (APF) dan the Global Alliance National Human Rights Institutions (GANHRI). 

Dukungan Komnas HAM terhadap pemerintah Indonesia agar berperan serta dalam isu-isu HAM pun dibuktikan melalui keikutsertaan delegasi Komnas HAM saat kampanye kandidat Dewan HAM PBB (UN Human Rights Council) periode 2020 – 2022.

“Kita juga fokus pada tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Ada beberapa kelompok yang memanfaatkan isu sentimen ras dan agama.Tetapi secara umum, tidak ada ancaman yang serius. Kami tetap percaya Indonesia dapat bertahan dan mampu menghadapi tantangan yang ada, sehingga menjadi negara yang lebih demokratis lagi," kata Taufan meyakinkan.

Terkait kebijakan pemerintah tentang HAM di Indonesia, Taufan menyebutkan bahwa ada peluang baru untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di pemerintahan terbaru ini. 

"Pemerintah, melalui Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan akan menyelesaikan masalah HAM di Indonesia meskipun presiden tidak menyebutkan hal ini dalam pidatonyanya. Kami akan mengirimkan position paper on human rights ke presiden dan mendiskusikan ini bulan depan dengan presiden. Kami tetap optimis dalam hal ini," imbuh Taufan. 

Di akhir pertemuan, Komnas HAM mengundang para tamu untuk menghadiri Festival HAM yang akan dilangsungkan di Jember pada 19-21 November 2019. Event tahunan ini bakal menghadirkan ribuan masyarakat beserta stakeholders terkait. (SP/IW).
Short link