Kabar Latuharary

Wujudkan Pembangunan Inklusif, Komnas HAM: Anak-Anak Jadi Tujuan Utama

Jember - Pemenuhan hak anak menjadi salah satu indikator pembangunan. Komnas HAM pun mendorong setiap pemerintah daerah mewujudkan Kabupaten/Kota HAM dengan membuka partisipasi langsung anak-anak dalam program pembangunan.

“Yang menjadi tujuan akhir pembangunan adalah manusianya. Ketika berbicara pembangunan manusia berarti termasuk anak-anak. Dalam menghadirkan kabupaten/kota ramah HAM, anak-anaklah yang menjadi tujuan utamanya,” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam forum diskusi bertajuk Partisipasi Anak dalam HAM di Aula PB. Sudirman Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (20/11/2019). 

Sebagai salah satu pembicara dalam rangkaian acara Festival 2019 tersebut, 

Taufan sepakat dengan pembicara lainnya, Bupati Jember Faida, Sekjen NGO Koalisi Bagus Wicaksono, akademisi dari FISIP Universitas Negeri Jember untuk Studi Gender Linda Dwi Eriyanti, dan perwakilan ASIA Foundation Bambang Ertanto.

Menyoal kabupaten/kota HAM, Taufan menginginkan bahwa anak-anak harus menjadi fokus dengan berproyeksi masa depan. Potensi untuk melibatkan anak-anak dalam pembangunan, katanya, terakomodasi dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

“Dalam SDGs poin 16, pembangunan kabupaten/kota harus inklusif, yakni terlibat dan menikmati. Supaya kabupaten/kota ramah HAM bisa dinikmati dengan melibatkan anak-anak itu sendiri dalam forum-forum perencanaan pembangunan,"urai Taufan.


Di dalam konvensi internasional, lanjutnya, juga diatur mengenai menghargai pendapat dan pandangan anak. Misalnya, partisipasi anak-anak dalam membuat kebijakan dengan mendengar pendapat anak-anak dan membiarkan mereka berbicara yang dilengkapi dengan membuat metode agar anak mendapat haknya.

Taufan mengharapkan inovasi Kabupaten Jember untuk menyelenggarakan kongres anak bisa menjadi pendobrak agar diadaptasi di tingkat provinsi dan nasional. 

Bupati Jember dr. Faida dikenal berinisiatif dalam mewujudkan inklusivitas anak-anak  di wilayah Kabupaten Jember. Salah satunya adalah menyelenggarakan Kongres Anak pada 20 November 2019 lalu. Dalam event ini, siswa tingkat SMA di Kabupaten Jember dikumpulkan dalam satu forum kemudian berdiskusi untuk pada akhirnya merumuskan deklarasi.  

Hasil deklarasi yang berisi harapan dan aspirasi mereka terkait pendidikan, perlindungan anak, dan persoalan anak yang disampaikan secara langsung di hadapan bupati Jember. Usulan yang dapat direalisasikan kemudian dicatat untuk dapat diwujudkan dan untuk usulan di tingkat nasional, bupati berjanji untuk dapat membantu untuk ditindaklanjuti. 

Turut hadir dalam diskusi, antara lain Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga, Komisioner Munafrizal Manan, dan Sekretaris Jenderal Tasdiyanto. (AAP/IW)

Short link