Kabar Latuharary

Perdana, Festival HAM 2020 Digelar Virtual di Luar Pulau Jawa

Latuharhary - Event tahunan Festival HAM kembali digelar. Kali ini banyak hal istimewa yang akan tersaji bagi publik untuk membumikan konsep dan nilai-nilai hak asasi manusia ke dalam tata kelola pemerintahan daerah. 
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Komnas HAM RI menggandeng Kantor Staf Presiden RI, Pemkot Banjarmasin serta International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan Festival HAM 2020 melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9/2020). 

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), Ibnu Sina (Walikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan), dan Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif INFID).

Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM RI Amiruddin Al Rahab, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara, Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI Tasdiyanto, Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani, Tenaga Ahli Deputi V KSP Mugiyanto, Sekda Pemkot Banjarmasin Hamli Kursani, Kepala Bagian Hukum Pemkot Banjarmasin Lukman Fadlun, perwakilan instansi yang terlibat dan media massa.

Festival HAM kali ini terbilang istimewa karena pertama kalinya akan dilaksanakan di luar Pulau Jawa, tepatnya di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 17-19 Desember 2020. Kegiatan akan dilakukan secara daring atau virtual dengan mengangkat tema “Menegakkan HAM di Masa Pandemi Covid-19: Tantangan dan Solusinya”. 


Ketua Komnas HAM RI Taufan mengaku optimistis meski penyelenggaraan Festival HAM 2020 dilakukan secara virtual di tengah pandemi. “Jika dulu kita mendatangkan 20 sampai 30 kepala daerah, bukan tidak mungkin kali ini dengan kemudahan virtual yang ada kita bisa datangkan lebih banyak lagi kepala daerah dan pejabat nasional, sekali lagi di balik musibah ini kita bisa mendapat keberkahan dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan dengan berbekal kreatifitas dengan pendekatan-pendekatan yang adaptif,” ujar Taufan.

Kegiatan kolaboratif, jelasnya, menjadi peluang untuk merangkul lebih banyak pihak untuk turut serta berkontribusi dalam menyebarluaskan wawasan dan gagasan mengenai hak asasi manusia. “Kegiatan ini (Festival HAM) menjadi sarana dan forum bagi pemerintah daerah se-Indonesia untuk berbagi pengalaman, good practices, dan inovasi serta inspirasi dalam menerapkan nilai-nilai HAM melalui pembangunan yang berkelanjutan di level daerah,” ujar Taufan.

Terkait penetapan Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah Festival HAM 2020 karena memiliki praktik baik dalam menerapkan nilai-nilai HAM sebagai kota inklusi, kota toleran, kota peduli kelompok rentan, dan kota peduli lingkungan. Aksi pemajuan dan perlindungan HAM di dalam program pembangunannya merefleksikan tanggung jawab pemerintah daerah dan masyarakat sipil.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengapresiasi kerja sama dan koordinasi yang baik di tengah situasi pandemi COVID-19. Ia berharap penyeleggaraan Festival HAM berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua pihak. “Mari kita tularkan sebarkan praktik-praktik baik dari seluruh kota yang peduli HAM, khususnya Banjarmasin yang menjadi tuan rumah, agar kegiatan Festival HAM ini dapat menggaungkan lebih besar lagi bahwa Indonesia dengan kepeloporan di bidang hak asasi manusia bisa,” sambungnya.

Ibnu juga berharap Festival HAM menjadi medium untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan publik atas hak-hak masyarakat yang tertunda selama pandemi, misalnya peraturan-peraturan pemda yang dianggap bersinggungan dengan hak asasi manusia warga.

Festival HAM merupakan forum bersama untuk merayakan praktik-praktik baik dalam melaksanakan pembangunan yang berbasis HAM dengan memerhatikan kearifan lokal. Forum yang diinisiasi sejak 2015 ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dan pertukaran praktik-praktik inovatif lainnya di bidang HAM. 

Kegiatan Festival HAM meliputi konferensi dan non konferensi. Kegiatan konferensi terdiri dari diskusi pleno, diskusi paralel, sesi khusus dan deklarasi. Kegiatan non konferensi berupa: pentas seni budaya, pameran hasil karya rakyat, kunjungan ke tempat-tempat yang telah berhasil mempraktikkan nilai-nilai HAM dengan baik, dan lain-lain.

Panitia Bersama Festival HAM terdiri dari  Komnas HAM, KSP, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan INFID.  Selain itu ada dukungan dari kementerian/lembaga seperti Kemendagri, Kemendikbud, Kemenpora, Komnas Perempuan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di konferensi dan non konferensi. Kegiatan Festival HAM 2020 akan menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri secara virtual. (AAP/AM/IW)

Short link